Ia memahami indria kebahagiaan, ia memahami asal-mula indria kebahagiaan, ia memahami lenyapnya indria kebahagiaan, dan ia memahami di mana indria kebahagiaan yang telah muncul itu berhenti tanpa sisa.
They understand the faculty of pleasure, its origin, its cessation, and where that faculty of pleasure that’s arisen ceases without remainder.
Idha, bhikkhave, bhikkhu pītiyā ca virāgā upekkhako ca viharati sato ca sampajāno sukhañca kāyena paṭisaṁvedeti yaṁ taṁ ariyā ācikkhanti ‘upekkhako satimā sukhavihārī’ti tatiyaṁ jhānaṁ upasampajja viharati,
Di sini, para bhikkhu, dengan meluruhnya sukacita, seorang bhikkhu berdiam dengan keseimbangan, dengan penuh perhatian dan kewaspadaan, dan merasakan kebahagiaan pada tubuh, yang oleh para mulia dikatakan: ‘Seimbang, penuh perhatian, berdiam dalam kebahagiaan’—ia memasuki dan berdiam dalam jhāna ketiga.
It’s when, with the fading away of rapture, a mendicant enters and remains in the third absorption, where they meditate with equanimity, mindful and aware, experiencing for themselves the bliss of which the noble ones declare, ‘Equanimous and mindful, one meditates in bliss.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.