sn48.40:2.1 Kemudian, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad, muncullah indria kesedihan.
sn48.40:2.2 Ia memahami demikian:
sn48.40:2.3 ‘Indria kesedihan telah muncul padaku. Dan itu memiliki dasar, sumber, kondisi, dan sebab.
sn48.40:2.4 Tidak mungkin indria kesedihan akan muncul tanpa dasar, tanpa sumber, tanpa kondisi, atau tanpa sebab.’
sn48.40:2.5 Ia memahami indria kesedihan, asal mula indria kesedihan, lenyapnya indria kesedihan, dan di mana indria kesedihan yang telah muncul itu lenyap tanpa sisa.
sn48.40:2.6 Dan di manakah indria kesedihan yang telah muncul itu berhenti tanpa sisa?
sn48.40:2.7 Di sini, para bhikkhu, dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan, seorang bhikkhu memasuki dan berdiam dalam jhāna kedua, yang memiliki sukacita dan kebahagiaan yang lahir dari konsentrasi, dengan ketenangan batin di dalam, pikiran menjadi satu, tanpa pemikiran dan tanpa pemeriksaan.
sn48.40:2.8 Di sinilah indria kesedihan yang telah muncul itu berhenti tanpa sisa.
sn48.40:2.9 Ini disebut, para bhikkhu, ‘seorang bhikkhu yang memahami lenyapnya indria kesedihan, dan yang mengarahkan pikirannya untuk tujuan itu’.”