“Para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun yang tidak memahami indria mata, tidak memahami asal mula indria mata, tidak memahami lenyapnya indria mata, tidak memahami jalan menuju lenyapnya indria mata;
“Mendicants, there are ascetics and brahmins who don’t understand the eye faculty, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation.
tidak memahami indria pikiran, tidak memahami asal mula indria pikiran, tidak memahami lenyapnya indria pikiran, tidak memahami jalan menuju lenyapnya indria pikiran.
mind faculty, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation.
Na me te, bhikkhave …pe… sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharanti.
Mereka itu, para bhikkhu, tidak Kuanggap sebagai petapa di antara para petapa atau brahmana di antara para brahmana. Para mulia itu tidak mencapai tujuan kehidupan pertapaan atau kebrahmanaan, dan tidak berdiam setelah merealisasikannya dengan pengetahuan langsung mereka sendiri dalam kehidupan ini.
I don’t deem them as true ascetics and brahmins. Those venerables don’t realize the goal of life as an ascetic or brahmin, and don’t live having realized it with their own insight in this very life.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 48.30 · Khotbah tentang Petapa dan Brahmana (Ke-2) | Tiga Keranjang