sn47.8:7.1 Maka juru masak yang pandai, cakap, dan terampil itu memperoleh pakaian, memperoleh upah, dan memperoleh bonus.
sn47.8:7.2 Apakah sebabnya?
sn47.8:7.3 Karena, para bhikkhu, juru masak yang pandai, cakap, dan terampil itu menangkap isyarat tuannya.
sn47.8:7.4 Demikian pula, para bhikkhu, di sini seorang bhikkhu yang bijaksana, cakap, dan terampil berdiam dengan merenungkan tubuh dalam tubuh—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn47.8:7.5 Ketika ia berdiam merenungkan tubuh dalam tubuh, pikirannya menjadi terkonsentrasi, dan kekotoran-kekotoran batinnya ditinggalkan.
sn47.8:7.6 Ia menangkap tanda itu.
sn47.8:7.7 Ia berdiam merenungkan perasaan dalam perasaan …
sn47.8:7.8 pikiran dalam pikiran …
sn47.8:7.9 Ia berdiam merenungkan fenomena-fenomena dalam fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn47.8:7.10 Ketika ia berdiam merenungkan fenomena-fenomena dalam fenomena, pikirannya menjadi terkonsentrasi, dan kekotoran-kekotoran batinnya ditinggalkan.
sn47.8:7.11 Ia menangkap tanda itu.