sn47.8:3.1 Juru masak yang bodoh, tidak cakap, dan tidak terampil itu tidak memperoleh pakaian, tidak memperoleh upah, tidak memperoleh bonus.
sn47.8:3.2 Mengapa demikian?
sn47.8:3.3 Karena, para bhikkhu, juru masak yang bodoh, tidak cakap, dan tidak terampil itu tidak memperhatikan isyarat tuannya.
sn47.8:3.4 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang bodoh, tidak cakap, dan tidak terampil berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidak-senangan terhadap dunia.
sn47.8:3.5 Ketika ia berdiam merenungkan tubuh sebagai tubuh, pikirannya tidak terkonsentrasi, dan kekotoran batinnya tidak ditinggalkan.
sn47.8:3.6 Ia tidak memperhatikan isyarat itu.
sn47.8:3.7 Ia berdiam merenungkan perasaan sebagai perasaan …
sn47.8:3.8 pikiran sebagai pikiran …
sn47.8:3.9 prinsip-prinsip sebagai prinsip-prinsip—tekun, sadar penuh, dan penuh perhatian, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidak-senangan terhadap dunia.
sn47.8:3.10 Ketika ia berdiam merenungkan prinsip-prinsip sebagai prinsip-prinsip, pikirannya tidak terkonsentrasi, dan kekotoran batinnya tidak ditinggalkan.
sn47.8:3.11 Ia tidak memperhatikan isyarat itu.