sn47.6:1.1 “Pada suatu ketika, para bhikkhu, seekor elang tiba-tiba menyambar seekor burung puyuh.
sn47.6:1.2 Kemudian, para bhikkhu, ketika burung puyuh itu sedang dibawa pergi oleh elang, ia meratap:
sn47.6:1.3 ‘Betapa malangnya kami, betapa sedikit jasa kami, karena kami telah mengembara di luar wilayah kami, ke daerah kekuasaan orang lain.
sn47.6:1.4 Seandainya hari ini kami mengembara di wilayah kami sendiri, daerah kekuasaan leluhur kami, elang ini tidak akan mampu melawan kami dalam pertempuran.’
sn47.6:1.5 ‘Kalau begitu, puyuh, apakah wilayahmu sendiri, daerah kekuasaan leluhurmu itu?’
sn47.6:1.6 ‘Yaitu ladang yang dibajak, yang dipenuhi gumpalan-gumpalan tanah.’
sn47.6:1.7 Kemudian, para bhikkhu, karena percaya pada kekuatannya sendiri, elang itu tidak gentar atau terintimidasi. Ia melepaskan burung puyuh itu, sambil berkata:
sn47.6:1.8 ‘Pergilah, puyuh. Tetapi bahkan di sana pun engkau tidak akan luput dariku!’