Para bhikkhu, para bhikkhu yang masih dalam tahap latihan—yang belum mencapai tujuan batin mereka, namun berdiam dengan mengarah pada perlindungan tertinggi dari belenggu—juga berdiam dengan merenungkan jasmani sebagai jasmani—dengan tekun, sadar penuh, terpusat, dengan pikiran yang jernih, terkonsentrasi, dan pikiran yang terpusat pada satu titik, untuk memahami sepenuhnya jasmani;
Those mendicants who are trainees—who haven’t achieved their heart’s desire, but live aspiring to the supreme sanctuary from the yoke—also meditate observing an aspect of the body—keen, aware, at one, with minds that are clear, immersed and unified in samādhi, so as to fully understand the body.
Mereka berdiam dengan merenungkan perasaan sebagai perasaan—dengan tekun, sadar penuh, terpusat, dengan pikiran yang jernih, terkonsentrasi, dan pikiran yang terpusat pada satu titik, untuk memahami sepenuhnya perasaan;
They meditate observing an aspect of feelings—keen, aware, at one, with minds that are clear, immersed and unified in samādhi, so as to fully understand feelings.
Mereka berdiam dengan merenungkan pikiran sebagai pikiran—dengan tekun, sadar penuh, terpusat, dengan pikiran yang jernih, terkonsentrasi, dan pikiran yang terpusat pada satu titik, untuk memahami sepenuhnya pikiran;
They meditate observing an aspect of the mind—keen, aware, at one, with minds that are clear, immersed and unified in samādhi, so as to fully understand the mind.
Mereka berdiam dengan merenungkan fenomena-fenomena batin sebagai fenomena-fenomena batin—dengan tekun, sadar penuh, terpusat, dengan pikiran yang jernih, terkonsentrasi, dan pikiran yang terpusat pada satu titik, untuk memahami sepenuhnya fenomena-fenomena batin.
They meditate observing an aspect of principles—keen, aware, at one, with minds that are clear, immersed and unified in samādhi, so as to fully understand principles.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.