sn47.3:3.1 Kemudian bhikkhu itu, setelah menyetujui dan menghargai perkataan Sang Bhagavā, bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Sang Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan menjaga Beliau di sisi kanannya, lalu pergi.
sn47.3:3.2 Kemudian bhikkhu itu, hidup sendirian, mengasingkan diri, tekun, bersemangat, dan bertekad, tidak lama kemudian—demi tujuan yang karenanya para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah—mencapai puncak tertinggi kehidupan suci, dan dalam kehidupan ini juga, dengan pengetahuan langsung, merealisasikannya dan berdiam di dalamnya.
sn47.3:3.3 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”
sn47.3:3.4 Dan bhikkhu itu menjadi salah satu dari para Arahant.
sn47.3:3.5 Ketiga.