sn47.29:1.1 Pada suatu ketika Yang Mulia Ānanda sedang menetap di Rājagaha, di Hutan Bambu, tempat pemberian makan tupai.
sn47.29:1.2 Pada saat itu, perumah tangga Sirivaḍḍha sedang sakit, menderita, dan parah penyakitnya.
sn47.29:1.3 Kemudian perumah tangga Sirivaḍḍha berkata kepada seseorang:
sn47.29:1.4 “Hai, tuan, datanglah, pergilah menemui Yang Mulia Ānanda. Setelah mendekat, sampaikanlah hormat dengan kepala di kaki Yang Mulia Ānanda atas namaku:
sn47.29:1.5 ‘Yang Mulia, perumah tangga Sirivaḍḍha sedang sakit, menderita, dan parah penyakitnya.
sn47.29:1.6 Ia bersujud dengan kepala di kaki Yang Mulia.’
sn47.29:1.7 Dan katakanlah ini:
sn47.29:1.8 ‘Baiklah, Yang Mulia, sudilah Yang Mulia Ānanda mengunjungi kediaman perumah tangga Sirivaḍḍha karena belas kasihan.’”
sn47.29:1.9 “Baik, Yang Mulia,” jawab orang itu kepada perumah tangga Sirivaḍḍha. Ia mendatangi Yang Mulia Ānanda, memberi hormat, lalu duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, orang itu berkata kepada Yang Mulia Ānanda:
sn47.29:1.10 “Yang Mulia, perumah tangga Sirivaḍḍha sedang sakit, menderita, dan parah penyakitnya. Ia bersujud dengan kepala di kaki Yang Mulia.
sn47.29:1.11 Dan ia berkata:
sn47.29:1.12 ‘Baiklah, Yang Mulia, sudilah Yang Mulia Ānanda mengunjungi kediaman perumah tangga Sirivaḍḍha karena belas kasihan.’”
sn47.29:1.13 Yang Mulia Ānanda menyetujui dengan berdiam diri.