sn47.19:1.1 Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di negeri orang-orang Sumbha, di dekat kota orang-orang Sumbha yang bernama Sedaka.
sn47.19:1.2 Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
sn47.19:1.3 “Pada suatu masa dahulu, para bhikkhu, seorang pemain akrobat bambu dari kasta caṇḍāla menegakkan bambu akrobat sukunya dan berkata kepada muridnya, Medakathālikā:
sn47.19:1.4 ‘Mari, Medakathālikā yang baik, naiklah ke atas bambu akrobat itu dan berdirilah di atas bahuku.’
sn47.19:1.5 ‘Baik, Guru,’ jawab Medakathālikā, murid itu, kepada gurunya. Ia naik ke atas bambu akrobat itu dan berdiri di atas bahu gurunya.
sn47.19:1.6 Kemudian, para bhikkhu, pemain akrobat bambu dari kasta caṇḍāla itu berkata kepada muridnya, Medakathālikā:
sn47.19:1.7 ‘Engkau, Medakathālikā yang baik, jagalah aku, dan aku akan menjagamu.
sn47.19:1.8 Dengan saling menjaga dan saling melindungi demikian, kita akan memperlihatkan keterampilan kita, memperoleh upah kita, dan turun dengan selamat dari bambu akrobat itu.’
sn47.19:1.9 Ketika ia berkata demikian, para bhikkhu, Medakathālikā, sang murid, berkata kepada gurunya:
sn47.19:1.10 ‘Tidak akan demikian, Guru.
sn47.19:1.11 Engkau, Guru, jagalah dirimu sendiri, dan aku akan menjaga diriku sendiri.
sn47.19:1.12 Dengan saling menjaga dan melindungi diri sendiri demikian, kita akan memperlihatkan keterampilan kita, memperoleh upah kita, dan turun dengan selamat dari bambu akrobat itu.’”