sn47.15:2.1 Apakah empat itu?
sn47.15:2.2 Di sini, Bāhiya, engkau berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—dengan tekun, dengan pemahaman jernih, dengan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia;
sn47.15:2.3 merenungkan perasaan sebagai perasaan …
sn47.15:2.4 merenungkan pikiran sebagai pikiran …
sn47.15:2.5 merenungkan fenomena-fenomena sebagai fenomena—dengan tekun, dengan pemahaman jernih, dengan penuh perhatian, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn47.15:2.6 Ketika, Bāhiya, dengan bersandar pada moralitas, dengan berdiri di atas moralitas, engkau mengembangkan keempat penegakan perhatian ini dengan cara demikian, maka, Bāhiya, apa pun malam atau siang yang akan datang, engkau dapat mengharapkan pertumbuhan, bukan kemunduran, dalam kualitas-kualitas yang bermanfaat.”