Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan dirinya sendiri sebagai pulau, dengan dirinya sendiri sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain; dengan Dhamma sebagai pulau, dengan Dhamma sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain?
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia;
It’s when a mendicant meditates by observing an aspect of the body—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan dirinya sendiri sebagai pulau, dengan dirinya sendiri sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain; dengan Dhamma sebagai pulau, dengan Dhamma sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain.
That’s how a mendicant lives with themselves as island and refuge, without other refuge; with the teachings as island and refuge, without other refuge.
Ye hi keci, bhikkhave, etarahi vā mamaccaye vā attadīpā viharissanti attasaraṇā anaññasaraṇā, dhammadīpā dhammasaraṇā anaññasaraṇā; tamatagge mete, bhikkhave, bhikkhū bhavissanti ye keci sikkhākāmā”ti.
Siapa pun, para bhikkhu, baik sekarang maupun setelah aku wafat, yang akan berdiam dengan dirinya sendiri sebagai pulau, dengan dirinya sendiri sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain; dengan Dhamma sebagai pulau, dengan Dhamma sebagai perlindungan, tanpa perlindungan lain—mereka, para bhikkhu, akan menjadi bhikkhu-bhikkhu terbaik di antara mereka yang sungguh-sungguh ingin berlatih.”
Whether now or after I have passed, any who shall live as their own island, their own refuge, with no other refuge; with the teaching as their island and their refuge, with no other refuge—those mendicants of mine who want to train shall be among the best of the best.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.