‹
SN 47.10

Bhikkhunupassayasutta

Khotbah tentang Tempat Tinggal Para Bhikkhunī

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 47.10

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn47.10:7.1

Puna caparaṁ, ānanda, bhikkhu vedanāsu …pe…

Selanjutnya, Ānanda, seorang bhikkhu merenungkan perasaan sebagai perasaan …

Furthermore, a mendicant meditates by observing an aspect of feelings …

sn47.10:7.2

citte …pe…

pikiran sebagai pikiran …

mind …

sn47.10:7.3

dhammesu dhammānupassī viharati ātāpī sampajāno satimā, vineyya loke abhijjhādomanassaṁ.

merenungkan fenomena sebagai fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidak-senangan terhadap dunia.

principles—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.

sn47.10:7.4

Tassa dhammesu dhammānupassino viharato dhammārammaṇo vā uppajjati kāyasmiṁ pariḷāho, cetaso vā līnattaṁ, bahiddhā vā cittaṁ vikkhipati.

Ketika ia berdiam merenungkan fenomena sebagai fenomena, muncullah panas yang menyengat dalam tubuh, atau kelambanan batin, atau pikiran yang teralihkan ke luar.

As they meditate observing an aspect of principles, based on principles there arises sweltering in the body, or mental sluggishness, or the mind is externally scattered.

sn47.10:7.5

Tenānanda, bhikkhunā kismiñcideva pasādanīye nimitte cittaṁ paṇidahitabbaṁ.

Maka, Ānanda, bhikkhu itu harus mengarahkan pikirannya pada suatu objek yang menenangkan sebagai landasan meditasi.

That mendicant should direct their mind toward an inspiring subject as a basis for meditation.

sn47.10:7.6

Tassa kismiñcideva pasādanīye nimitte cittaṁ paṇidahato pāmojjaṁ jāyati.

Ketika ia mengarahkan pikirannya pada objek yang menenangkan itu, muncullah kegembiraan.

As they do so, joy springs up.

sn47.10:7.7

Pamuditassa pīti jāyati.

Dengan gembira, muncullah sukacita.

Being joyful, rapture springs up.

sn47.10:7.8

Pītimanassa kāyo passambhati.

Ketika pikiran penuh sukacita, tubuh menjadi tenang.

When the mind is full of rapture, the body becomes tranquil.

sn47.10:7.9

Passaddhakāyo sukhaṁ vedayati.

Ketika tubuh tenang, ia merasakan kebahagiaan.

When the body is tranquil, one feels bliss.

sn47.10:7.10

Sukhino cittaṁ samādhiyati.

Dan ketika bahagia, pikiran menjadi terpusat dalam samādhi.

And when blissful, the mind becomes immersed in samādhi.

sn47.10:7.11

So iti paṭisañcikkhati:

Kemudian ia merenungkan:

Then they reflect:

sn47.10:7.12

‘yassa khvāhaṁ atthāya cittaṁ paṇidahiṁ, so me attho abhinipphanno.

‘Tujuan yang karenanya kuarahkan pikiranku, tujuan itu telah kucapai.

‘I have accomplished the goal for which I directed my mind.

sn47.10:7.13

Handa dāni paṭisaṁharāmī’ti.

Sekarang, biarlah aku mengendurkannya.’

Let me now relax.’

sn47.10:7.14

So paṭisaṁharati ceva na ca vitakketi na ca vicāreti.

Ia mengendurkan, dan tidak lagi mengarahkan pikiran maupun memeliharanya.

They relax, and neither place the mind nor keep it connected.

sn47.10:7.15

‘Avitakkomhi avicāro, ajjhattaṁ satimā sukhamasmī’ti pajānāti.

Ia memahami: ‘Aku tidak mengarahkan pikiran maupun memeliharanya. Dengan penuh perhatian ke dalam, aku berbahagia.’

They understand: ‘I’m neither placing the mind nor keeping it connected. Mindful within myself, I’m happy.’

sn47.10:7.16

Evaṁ kho, ānanda, paṇidhāya bhāvanā hoti.

Demikianlah, Ānanda, ada pengembangan dengan arahan.

That’s how there is directed development.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.