sn46.54:13.1 Dan bagaimanakah pembebasan pikiran melalui belas kasih dikembangkan? Apakah tujuannya, puncaknya, buahnya, dan akhirnya?
sn46.54:13.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan faktor pencerahan perhatian yang disertai belas kasih ...
sn46.54:13.3 ... mengembangkan faktor pencerahan keseimbangan yang disertai belas kasih, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, dan matang dalam pelepasan.
sn46.54:13.4 Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menyenangkan dalam yang menyenangkan,’ maka demikianlah ia berdiam dengan mempersepsikan yang tidak menyenangkan ...
sn46.54:13.5 Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku berdiam dengan seimbang, penuh perhatian dan kewaspadaan, menghindari baik yang tidak menyenangkan maupun yang menyenangkan,’ maka demikianlah ia berdiam, dengan seimbang, penuh perhatian dan kewaspadaan.
sn46.54:13.6 Atau, dengan sepenuhnya melampaui persepsi-persepsi bentuk, dengan lenyapnya persepsi-persepsi rintangan, tanpa memperhatikan persepsi-persepsi keberagaman, menyadari ‘ruang adalah tak terbatas,’ ia masuk dan berdiam dalam dimensi ruang tak terbatas.
sn46.54:13.7 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa puncak pembebasan pikiran melalui belas kasih adalah dimensi ruang tak terbatas, bagi seorang bhikkhu yang bijaksana di sini yang belum menembus pembebasan yang lebih tinggi.