sn46.5:1.1 Di Sāvatthī.
sn46.5:1.2 Kemudian seorang bhikkhu mendatangi Sang Bhagavā … dan bertanya kepada Beliau,
sn46.5:1.3 “Yang Mulia, dikatakan ‘faktor-faktor pencerahan’.
sn46.5:1.4 Sejauh apakah, Yang Mulia, hal itu disebut ‘faktor-faktor pencerahan’?”
sn46.5:1.5 “Bhikkhu, karena faktor-faktor itu mengarah pada pencerahan, maka disebut ‘faktor-faktor pencerahan’.
sn46.5:1.6 Di sini, bhikkhu, ia mengembangkan faktor pencerahan perhatian yang bergantung pada keterasingan, kebosanan, dan lenyapnya, serta matang dalam pelepasan …
sn46.5:1.7 ia mengembangkan faktor pencerahan keseimbangan batin yang bergantung pada keterasingan, kebosanan, dan lenyapnya, serta matang dalam pelepasan.
sn46.5:1.8 Ketika ia mengembangkan ketujuh faktor pencerahan ini, pikirannya terbebas dari kekotoran nafsu indria, kekotoran keinginan untuk terlahir kembali, dan kekotoran ketidaktahuan.
sn46.5:1.9 Ketika terbebas, timbul pengetahuan bahwa ia telah terbebas.
sn46.5:1.10 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
sn46.5:1.11 Karena mengarah pada pencerahan, bhikkhu, maka disebut ‘faktor-faktor pencerahan’.”
sn46.5:1.12 Kelima.