‹
SN 46.39

Rukkhasutta

Pohon

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 46.39

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn46.39:1.1

“Santi, bhikkhave, mahārukkhā aṇubījā mahākāyā rukkhānaṁ ajjhāruhā, yehi rukkhā ajjhārūḷhā obhaggavibhaggā vipatitā senti.

“Para bhikkhu, ada pohon-pohon besar yang berbiji kecil dan berbatang besar, yang tumbuh melilit pohon-pohon lain sebagai parasit. Pohon-pohon yang dililitnya menjadi patah, hancur, dan tumbang.

“Mendicants, there are large trees with tiny seeds and big bodies, which grow up and around other trees as parasites. The trees they engulf break apart, collapse, and fall.

sn46.39:1.2

Katame ca te, bhikkhave, mahārukkhā aṇubījā mahākāyā rukkhānaṁ ajjhāruhā, yehi rukkhā ajjhārūḷhā obhaggavibhaggā vipatitā senti?

Dan apakah, para bhikkhu, pohon-pohon besar yang berbiji kecil dan berbatang besar, yang tumbuh melilit pohon-pohon lain sebagai parasit, yang menyebabkan pohon-pohon yang dililitnya menjadi patah, hancur, dan tumbang?

And what are those large trees with tiny seeds and big bodies?

sn46.39:1.3

Assattho, nigrodho, pilakkho, udumbaro, kacchako, kapitthano—

Yaitu: asattha (pohon bodhi), nigrodha (pohon beringin), pilakkha (pohon pilakkha), udumbara (pohon udumbara), kacchaka (pohon kacchaka), dan kapitthana (pohon kapitthana).

The peepal, banyan, wavy leaf fig, cluster fig, Moreton Bay fig, and white fig.

sn46.39:1.4

ime kho te, bhikkhave, mahārukkhā aṇubījā mahākāyā rukkhānaṁ ajjhāruhā, yehi rukkhā ajjhārūḷhā obhaggavibhaggā vipatitā senti.

Inilah, para bhikkhu, pohon-pohon besar yang berbiji kecil dan berbatang besar, yang tumbuh melilit pohon-pohon lain sebagai parasit, yang menyebabkan pohon-pohon yang dililitnya menjadi patah, hancur, dan tumbang.

These are the large trees with tiny seeds and big bodies, which grow up and around other trees as parasites. The trees they engulf break apart, collapse, and fall.

sn46.39:1.5

Evameva kho, bhikkhave, idhekacco kulaputto yādisake kāme ohāya agārasmā anagāriyaṁ pabbajito hoti, so tādisakehi kāmehi tato vā pāpiṭṭhatarehi obhaggavibhaggo vipatito seti.

Demikian pula, para bhikkhu, di sini seseorang dari keluarga baik yang telah meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, setelah melepaskan kenikmatan indria tertentu, ia diliputi oleh kenikmatan indria yang serupa atau bahkan lebih buruk dari itu, sehingga ia menjadi patah, hancur, dan tumbang.

In the same way, take a certain gentleman who has gone forth from the lay life to homelessness, abandoning sensual pleasures. But beset by sensual pleasures that are similar, or even worse, he breaks apart, collapses, and falls.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.