sn45.97:1.1 “Para bhikkhu, bagaikan sungai Gangga yang condong, miring, dan melandai menuju samudra,
sn45.97:1.2 demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan jalan mulia berunsur delapan, yang melatih jalan mulia berunsur delapan secara berulang-ulang, menjadi condong, miring, dan melandai menuju Nibbāna. …”
sn45.97:1.3 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan jalan mulia berunsur delapan, yang melatih jalan mulia berunsur delapan secara berulang-ulang, menjadi condong, miring, dan melandai menuju Nibbāna?
sn45.97:1.4 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan pandangan benar yang bersandar pada keterasingan, yang bersandar pada kebosanan, yang bersandar pada lenyapnya, yang mengarah pada pelepasan … ia mengembangkan konsentrasi benar yang bersandar pada keterasingan, yang bersandar pada kebosanan, yang bersandar pada lenyapnya, yang mengarah pada pelepasan.
sn45.97:1.5 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan jalan mulia berunsur delapan, yang melatih jalan mulia berunsur delapan secara berulang-ulang, menjadi condong, miring, dan melandai menuju Nibbāna.”
sn45.97:1.6 Sutta pertama.