sn45.20:1.1 Latar tempat di Pāṭaliputta.
sn45.20:1.2 “Sahabat Ānanda, dikatakan ‘kehidupan suci, kehidupan suci’.”
sn45.20:1.3 “Apakah, sahabat, kehidupan suci itu? Siapakah yang disebut penghuni kehidupan suci? Dan apakah puncak dari kehidupan suci itu?”
sn45.20:1.4 “Baik sekali, baik sekali, sahabat Bhadda!
sn45.20:1.5 Sahabat Bhadda, pertanyaanmu cerdas, cara bertanyamu baik, dan ini adalah pertanyaan yang bagus. …
sn45.20:1.6 Karena engkau bertanya demikian, sahabat Bhadda:
sn45.20:1.7 ‘Sahabat Ānanda, dikatakan “kehidupan suci, kehidupan suci.”
sn45.20:1.8 Apakah, sahabat, kehidupan suci itu? Siapakah yang disebut penghuni kehidupan suci? Dan apakah puncak dari kehidupan suci itu?’”
sn45.20:1.9 “Benar, sahabat.”
sn45.20:1.10 “Sahabat, kehidupan suci adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan ini, yaitu:
sn45.20:1.11 pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
sn45.20:1.12 Sahabat, seseorang yang memiliki Jalan Mulia Berunsur Delapan ini—
sn45.20:1.13 dialah yang disebut penghuni kehidupan suci.
sn45.20:1.14 Sahabat, hancurnya nafsu, hancurnya kebencian, hancurnya delusi—
sn45.20:1.15 inilah puncak dari kehidupan suci.”
sn45.20:1.16 Selesai yang kesepuluh.
sn45.20:1.17 Tiga sutta dengan satu latar tempat yang sama.
sn45.20:1.18 Bab Kedua tentang Tempat Tinggal.