demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan dan melatih jalan mulia berunsur delapan menghamburkan dan meredakan kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang muncul, di tengah perjalanannya.
In the same way, a mendicant who develops and cultivates the noble eightfold path disperses and stills bad, unskillful qualities as they proceed.
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan jalan mulia berunsur delapan, yang melatih jalan mulia berunsur delapan, menghamburkan dan meredakan kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang muncul, di tengah perjalanannya?
And how does a mendicant who develops the noble eightfold path disperse and still bad, unskillful qualities as they proceed?
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan pandangan benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, yang matang dalam pelepasan; ia mengembangkan kehendak benar ... ucapan benar ... perbuatan benar ... penghidupan benar ... usaha benar ... perhatian benar ... konsentrasi benar, yang bersandar pada keterasingan, pada kebosanan, pada lenyapnya, yang matang dalam pelepasan.
It’s when a mendicant develops right view, right purpose, right speech, right action, right livelihood, right effort, right mindfulness, and right immersion, which rely on seclusion, fading away, and cessation, and ripen as letting go.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengembangkan jalan mulia berunsur delapan, yang melatih jalan mulia berunsur delapan, menghamburkan dan meredakan kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat yang muncul, di tengah perjalanannya.”
That’s how a mendicant who develops and cultivates the noble eightfold path disperses and stills bad, unskillful qualities as they proceed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 45.157 · Sutta tentang Awan (Ke-2) | Tiga Keranjang