sn45.151:1.1 “Para bhikkhu, bagaikan nāga yang bersandar pada raja pegunungan Himalaya, tumbuh besar dan memperoleh kekuatan;
sn45.151:1.2 setelah tumbuh besar dan memperoleh kekuatan di sana, mereka turun ke kolam-kolam kecil; setelah turun ke kolam-kolam kecil, mereka turun ke danau-danau besar; setelah turun ke danau-danau besar, mereka turun ke sungai-sungai kecil; setelah turun ke sungai-sungai kecil, mereka turun ke sungai-sungai besar; setelah turun ke sungai-sungai besar, mereka turun ke samudra raya; di sana mereka mencapai kebesaran dan keluasan tubuh;
sn45.151:1.3 demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang bersandar pada moralitas, berdiri kokoh di atas moralitas, mengembangkan dan melatih jalan mulia berunsur delapan, mencapai kebesaran dan keluasan dalam hal-hal yang bermanfaat.
sn45.151:1.4 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang bersandar pada moralitas, berdiri kokoh di atas moralitas, mengembangkan dan melatih jalan mulia berunsur delapan, mencapai kebesaran dan keluasan dalam hal-hal yang bermanfaat?
sn45.151:1.5 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan pandangan benar yang bersandar pada keterasingan, kebosanan, dan lenyapnya, serta matang dalam pelepasan … ia mengembangkan konsentrasi benar yang bersandar pada keterasingan, kebosanan, dan lenyapnya, serta matang dalam pelepasan …
sn45.151:1.6 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang bersandar pada moralitas, berdiri kokoh di atas moralitas, mengembangkan dan melatih jalan mulia berunsur delapan, mencapai kebesaran dan keluasan dalam hal-hal yang bermanfaat.”
sn45.151:1.7 Ketiga.