“Alañhi te, vaccha, kaṅkhituṁ, alaṁ vicikicchituṁ.
“Memang sepantasnya engkau ragu, Vaccha, sepantasnya engkau bimbang.
“Vaccha, no wonder you’re doubting and uncertain.
Khotbah di Aula Debat
“Alañhi te, vaccha, kaṅkhituṁ, alaṁ vicikicchituṁ.
“Memang sepantasnya engkau ragu, Vaccha, sepantasnya engkau bimbang.
“Vaccha, no wonder you’re doubting and uncertain.
Kaṅkhanīye ca pana te ṭhāne vicikicchā uppannā.
Keraguan telah muncul dalam dirimu tentang suatu hal yang memang patut diragukan.
Doubt has come up in you about an uncertain matter.
Saupādānassa khvāhaṁ, vaccha, upapattiṁ paññāpemi no anupādānassa.
Aku menyatakan kelahiran kembali bagi seseorang yang masih melekat pada kemelekatan, Vaccha, bukan bagi yang tidak melekat.
I describe rebirth for someone who grasps fuel, not for someone who does not.
Seyyathāpi, vaccha, aggi saupādāno jalati, no anupādāno;
Bagaikan api, Vaccha, yang menyala karena ada bahan bakarnya, bukan tanpa bahan bakar;
It’s like a fire which only burns with fuel, not without fuel.
evameva khvāhaṁ, vaccha, saupādānassa upapattiṁ paññāpemi, no anupādānassā”ti.
demikian pula, Vaccha, Aku menyatakan kelahiran kembali bagi seseorang yang masih melekat pada kemelekatan, bukan bagi yang tidak melekat.”
In the same way I describe rebirth for someone who grasps fuel, not for someone who doesn’t grasp fuel.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.