‹
SN 44.6

Catutthasāriputtakoṭṭhikasutta

Khotbah dengan Sāriputta dan Koṭṭhita (Keempat)

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 44.6

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn44.6:5.1

“Siyā panāvuso, aññopi pariyāyo, yenetaṁ abyākataṁ bhagavatā”ti?

“Tetapi, sahabat, adakah cara lain yang dapat menjelaskan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā?”

“But reverend, could there be another way of explaining why this was not declared by the Buddha?”

sn44.6:5.2

“Siyā, āvuso.

“Ada, sahabat.

“There could, reverend.

sn44.6:5.3

Upādānārāmassa kho, āvuso, upādānaratassa upādānasammuditassa, upādānanirodhaṁ ajānato apassato yathābhūtaṁ, ‘hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa hoti …pe…

Karena, sahabat, bagi seseorang yang bergembira pada kemelekatan, menyukai kemelekatan, menikmati kemelekatan, yang tidak mengetahui dan tidak melihat lenyapnya kemelekatan sebagaimana adanya, maka timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …

If you like, love, and enjoy grasping, and don’t truly see the cessation of grasping, you think ‘a realized one still exists after death’ …

sn44.6:5.4

‘neva hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa hoti.

… juga timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.

‘a realized one neither still exists nor no longer exists after death.’

sn44.6:5.5

Na upādānārāmassa kho, āvuso, na upādānaratassa na upādānasammuditassa, upādānanirodhaṁ jānato passato yathābhūtaṁ, ‘hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti …pe…

Tetapi, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada kemelekatan, tidak menyukai kemelekatan, tidak menikmati kemelekatan, yang mengetahui dan melihat lenyapnya kemelekatan sebagaimana adanya, maka tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …

If you don’t like, love, and enjoy grasping, and you truly see the cessation of grasping, you don’t think ‘a realized one still exists after death’ …

sn44.6:5.6

‘neva, hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā’tipissa na hoti.

‘sang Tathāgata tidak ada lagi maupun tidak tidak ada lagi setelah kematian’—itu juga tidak terjadi padanya.

‘a realized one neither still exists nor no longer exists after death.’

sn44.6:5.7

Ayampi kho, āvuso, pariyāyo, yenetaṁ abyākataṁ bhagavatā”ti.

Ini juga, sahabat, adalah cara yang menjelaskan mengapa hal ini tidak dinyatakan oleh Bhagavā.”

This too is a way of explaining why this was not declared by the Buddha.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.