“Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada bentuk, bergembira pada bentuk, menikmati bentuk, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
“Reverend, if you like, love, and enjoy form, and don’t truly see the cessation of form, you think ‘a realized one still exists after death’ or
Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada perasaan, bergembira pada perasaan, menikmati perasaan, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya perasaan sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada kesadaran, bergembira pada kesadaran, menikmati kesadaran, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
consciousness, and don’t truly see the cessation of consciousness, you think ‘a realized one still exists after death’ …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 44.6 · Khotbah dengan Sāriputta dan Koṭṭhita (Keempat) | Tiga Keranjang