sn44.6:4.1 “Tetapi, sahabat, adakah cara lain yang dapat menjelaskan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā?”
sn44.6:4.2 “Ada, sahabat.
sn44.6:4.3 Karena, sahabat, bagi seseorang yang bergembira pada kelahiran, menyukai kelahiran, menikmati kelahiran, yang tidak mengetahui dan tidak melihat lenyapnya kelahiran sebagaimana adanya, maka timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:4.4 … juga timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.
sn44.6:4.5 Tetapi, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada kelahiran, tidak menyukai kelahiran, tidak menikmati kelahiran, yang mengetahui dan melihat lenyapnya kelahiran sebagaimana adanya, maka tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:4.6 … juga tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.
sn44.6:4.7 Inilah juga, sahabat, cara yang menjelaskan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā.”