sn44.6:3.1 Karena, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada bentuk, tidak menyukai bentuk, tidak menikmati bentuk, yang mengetahui dan melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:3.2 … juga tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.
sn44.6:3.3 Karena, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada perasaan …
sn44.6:3.4 … tidak bergembira pada persepsi …
sn44.6:3.5 … tidak bergembira pada bentukan-bentukan pikiran …
sn44.6:3.6 Karena, sahabat, bagi seseorang yang tidak bergembira pada kesadaran, tidak menyukai kesadaran, tidak menikmati kesadaran, yang mengetahui dan melihat lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, maka tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:3.7 … juga tidak timbul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian’.
sn44.6:3.8 Inilah, sahabat, sebab, inilah alasan mengapa hal ini tidak dijelaskan oleh Bhagavā.”