sn44.6:2.1 “Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada bentuk, bergembira pada bentuk, menikmati bentuk, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
sn44.6:2.2 muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.6:2.3 muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada dan juga tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.6:2.4 muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian.’
sn44.6:2.5 Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada perasaan, bergembira pada perasaan, menikmati perasaan, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya perasaan sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:2.6 Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada persepsi …
sn44.6:2.7 Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada bentukan-bentukan pikiran …
sn44.6:2.8 Karena, sahabat, seseorang yang bersenang pada kesadaran, bergembira pada kesadaran, menikmati kesadaran, dan tidak mengetahui serta tidak melihat lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, maka muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.6:2.9 muncul dalam dirinya pikiran: ‘Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian.’