sn44.5:1.1 Pada suatu ketika Yang Mulia Sāriputta dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita berdiam di Bārāṇasī, di Taman Rusa Isipatana …
sn44.5:1.2 (Pertanyaan yang sama hingga:)
sn44.5:1.3 “Apakah, sahabat, sebab dan alasan mengapa hal ini tidak dinyatakan oleh Bhagavā?”
sn44.5:1.4 “Sahabat, bagi seseorang yang belum terbebas dari nafsu, keinginan, kesayangan, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan terhadap bentuk, muncul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.5:1.5 … muncul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian.’
sn44.5:1.6 Terhadap perasaan …
sn44.5:1.7 Terhadap persepsi …
sn44.5:1.8 Terhadap bentukan-bentukan …
sn44.5:1.9 Terhadap kesadaran, bagi seseorang yang belum terbebas dari nafsu, keinginan, kesayangan, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan, muncul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.5:1.10 … muncul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian.’
sn44.5:1.11 Tetapi, sahabat, bagi seseorang yang telah terbebas dari nafsu terhadap bentuk …
sn44.5:1.12 Terhadap perasaan …
sn44.5:1.13 Terhadap persepsi …
sn44.5:1.14 Terhadap bentukan-bentukan …
sn44.5:1.15 Terhadap kesadaran, bagi seseorang yang telah terbebas dari nafsu, keinginan, kesayangan, kehausan, gejolak batin, dan ketagihan, tidak muncul pemikiran ‘Tathāgata ada setelah kematian’ …
sn44.5:1.16 … tidak muncul pemikiran ‘Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian.’
sn44.5:1.17 Inilah, sahabat, sebab dan alasan mengapa hal ini tidak dinyatakan oleh Bhagavā.”
sn44.5:1.18 Kelima.