sn44.4:1.1 Pada suatu ketika Yang Mulia Sāriputta dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita berdiam di Bārāṇasī, di Taman Rusa Isipatana …
sn44.4:1.2 (Pertanyaan yang sama hingga:)
sn44.4:1.3 “Apakah sebabnya, teman, apakah alasannya, sehingga hal ini tidak dinyatakan oleh Bhagavā?”
sn44.4:1.4 “Karena tidak mengetahui, tidak melihat bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat asal mula bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat jalan menuju lenyapnya bentuk sebagaimana adanya, maka seseorang berpikir ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.5 ‘Tathāgata tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.6 ‘Tathāgata ada dan tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.7 ‘Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian.’
sn44.4:1.8 Tidak mengetahui, tidak melihat perasaan …
sn44.4:1.9 persepsi …
sn44.4:1.10 bentukan-bentukan kehendak …
sn44.4:1.11 tidak mengetahui, tidak melihat kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat asal mula kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, tidak mengetahui, tidak melihat jalan menuju lenyapnya kesadaran sebagaimana adanya, maka seseorang berpikir ‘Tathāgata ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.12 ‘Tathāgata tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.13 ‘Tathāgata ada dan tidak ada setelah kematian’ atau
sn44.4:1.14 ‘Tathāgata bukan ada maupun bukan tidak ada setelah kematian.’