sn44.1:6.1 "Kalau begitu, Baginda Raja, aku akan menanyakan hal ini kepadamu sebagai balasan. Jawablah sesuai yang engkau kehendaki.
sn44.1:6.2 Bagaimana menurutmu, Baginda Raja,
sn44.1:6.3 apakah engkau memiliki seorang penghitung, juru hitung, atau ahli matematika yang mampu menghitung pasir di sungai Gangga—
sn44.1:6.4 'ada sekian butir pasir, ada sekian ratus butir pasir, ada sekian ribu butir pasir, ada sekian ratus ribu butir pasir'?"
sn44.1:6.5 "Tidak, Yang Mulia."
sn44.1:6.6 "Apakah engkau memiliki seorang penghitung, juru hitung, atau ahli matematika yang mampu menghitung air di samudra besar—
sn44.1:6.7 'ada sekian galon air, ada sekian ratus galon air, ada sekian ribu galon air, ada sekian ratus ribu galon air'?"
sn44.1:6.8 "Tidak, Yang Mulia.
sn44.1:6.9 Apakah sebabnya?"
sn44.1:6.10 "Karena samudra itu dalam, tak terukur, dan sulit dijangkau."
sn44.1:6.11 "Demikian pula, Baginda Raja, bentuk apa pun yang dengannya seseorang dapat menggambarkan Tathāgata telah ditinggalkan oleh Tathāgata, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
sn44.1:6.12 Tathāgata, Baginda Raja, terbebas dari penghitungan dalam hal bentuk; ia dalam, tak terukur, dan sulit dijangkau—
sn44.1:6.13 bagaikan samudra besar.
sn44.1:6.14 'Tathāgata ada setelah kematian' tidak berlaku; 'Tathāgata tidak ada setelah kematian' tidak berlaku; 'Tathāgata ada dan tidak ada setelah kematian' tidak berlaku; 'Tathāgata tidak ada dan tidak tidak ada setelah kematian' tidak berlaku.