“Ānanda, ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu ada, jika Aku menjawab ‘diri itu ada’, maka itu akan sejalan dengan para petapa dan brahmana yang menganut paham keabadian (sassatavāda).
“Ānanda, when Vacchagotta asked me whether the self survives, if I had answered that ‘the self survives’ I would have been siding with the ascetics and brahmins who are eternalists.
Dan ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu tidak ada, jika Aku menjawab ‘diri itu tidak ada’, maka itu akan sejalan dengan para petapa dan brahmana yang menganut paham pemusnahan (ucchedavāda).
When Vacchagotta asked me whether the self does not survive, if I had answered that ‘the self does not survive’ I would have been siding with the ascetics and brahmins who are annihilationists.
Ahañcānanda, vacchagottassa paribbājakassa ‘atthattā’ti puṭṭho samāno ‘atthattā’ti byākareyyaṁ, api nu me taṁ, ānanda, anulomaṁ abhavissa ñāṇassa uppādāya:
Ānanda, ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu ada, jika Aku menjawab ‘diri itu ada’, apakah itu akan sesuai untuk munculnya pengetahuan bahwa:
When Vacchagotta asked me whether the self survives, if I had answered that ‘the self survives’, would that have facilitated the arising of the knowledge that
“Dan ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu tidak ada, jika Aku menjawab ‘diri itu tidak ada’, maka Vacchagotta yang sudah bingung akan menjadi semakin bingung, dengan berpikir:
“When Vacchagotta asked me whether the self does not survive, if I had answered that ‘the self does not survive’, Vacchagotta—who is already confused—would have got even more confused, thinking:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.