sn44.10:2.1 Kemudian, tidak lama setelah pengembara Vacchagotta pergi, Yang Mulia Ānanda berkata kepada Bhagavā:
sn44.10:2.2 “Bhante, mengapa Bhagavā tidak menjawab pertanyaan pengembara Vacchagotta ketika ditanya?”
sn44.10:2.3 “Ānanda, ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu ada, jika Aku menjawab ‘diri itu ada’, maka itu akan sejalan dengan para petapa dan brahmana yang menganut paham keabadian (sassatavāda).
sn44.10:2.4 Dan ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu tidak ada, jika Aku menjawab ‘diri itu tidak ada’, maka itu akan sejalan dengan para petapa dan brahmana yang menganut paham pemusnahan (ucchedavāda).
sn44.10:2.5 Ānanda, ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu ada, jika Aku menjawab ‘diri itu ada’, apakah itu akan sesuai untuk munculnya pengetahuan bahwa:
sn44.10:2.6 ‘semua fenomena adalah bukan diri (anattā)’?”
sn44.10:2.7 “Tidak, Bhante.”
sn44.10:2.8 “Dan ketika Vacchagotta bertanya apakah diri itu tidak ada, jika Aku menjawab ‘diri itu tidak ada’, maka Vacchagotta yang sudah bingung akan menjadi semakin bingung, dengan berpikir:
sn44.10:2.9 ‘Rupanya diri yang dulu kumiliki kini tidak ada lagi.’”
sn44.10:2.10 Kesepuluh.