sn42.9:3.1 “Tetapi, Bhante, bagaimanakah saya dapat menyanggah ajaran petapa Gotama, yang begitu perkasa dan begitu kuat?”
sn42.9:3.2 “Mari, Kepala Desa, pergilah kepada petapa Gotama dan katakan kepadanya:
sn42.9:3.3 ‘Bhante, bukankah Bhagavā dalam berbagai cara memuji belas kasih, perlindungan, dan simpati terhadap keluarga-keluarga?’
sn42.9:3.4 Jika, Kepala Desa, petapa Gotama, ketika ditanya demikian, menjawab:
sn42.9:3.5 ‘Benar, Kepala Desa, Tathāgata dalam berbagai cara memuji belas kasih, perlindungan, dan simpati terhadap keluarga-keluarga,’ maka engkau harus berkata kepadanya:
sn42.9:3.6 ‘Kalau begitu, Bhante, mengapa Bhagavā berkelana bersama dengan sejumlah besar Saṅgha para bhikkhu pada masa kelaparan dan kekurangan, dengan tanaman padi yang rusak dan berubah menjadi jerami?
sn42.9:3.7 Bhagavā sedang berlatih untuk menghancurkan, meruntuhkan, dan membinasakan keluarga-keluarga!’
sn42.9:3.8 Ketika ditanya pertanyaan yang bermata dua ini, petapa Gotama tidak akan mampu memuntahkannya ataupun menelannya.”
sn42.9:3.9 “Baik, Bhante,” kata Kepala Desa Asibandhakaputta. Setelah menjawab petapa Jain Nāṭaputta, ia bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada petapa Jain Nāṭaputta, dan mengelilinginya dengan menghadap ke kanan. Kemudian ia mendatangi Bhagavā; setelah mendekat, ia memberi hormat kepada Bhagavā dan duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Kepala Desa Asibandhakaputta berkata kepada Bhagavā: