sn42.8:1.1 Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Nāḷandā, di Hutan Mangga Pāvārika.
sn42.8:1.2 Kemudian Asibandhakaputta, seorang kepala desa dan pengikut Nigaṇṭha, mendatangi Sang Buddha, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, Sang Buddha berkata kepadanya:
sn42.8:1.3 “Kepala desa, bagaimanakah Nigaṇṭha Nāṭaputta mengajarkan Dhamma kepada para siswanya?”
sn42.8:1.4 “Yang Mulia, Nigaṇṭha Nāṭaputta mengajarkan Dhamma kepada para siswanya sebagai berikut:
sn42.8:1.5 ‘Siapa pun yang membunuh makhluk hidup, semuanya akan menuju ke alam sengsara, ke neraka. Siapa pun yang mengambil yang tidak diberikan, semuanya akan menuju ke alam sengsara, ke neraka. Siapa pun yang berbuat salah dalam hal kenikmatan indria, semuanya akan menuju ke alam sengsara, ke neraka. Siapa pun yang mengucapkan kebohongan, semuanya akan menuju ke alam sengsara, ke neraka.
sn42.8:1.6 ‘Dengan apa yang sering-sering didiaminya, dengan itulah ia dituntun.’
sn42.8:1.7 Demikianlah, Yang Mulia, Nigaṇṭha Nāṭaputta mengajarkan Dhamma kepada para siswanya.”
sn42.8:1.8 “‘Dengan apa yang sering-sering didiaminya, dengan itulah ia dituntun’—jika demikian halnya, maka, menurut perkataan Nigaṇṭha Nāṭaputta, tidak seorang pun akan menuju ke alam sengsara, ke neraka.