sn41.9:3.1 Kemudian perumah tangga Citta membawa Kassapa yang telanjang itu menemui para bhikkhu senior; setelah mendekat, ia berkata kepada mereka:
sn41.9:3.2 “Yang Mulia, ini adalah Kassapa yang telanjang, sahabat lama kami semasa masih menjadi perumah tangga.
sn41.9:3.3 Sudilah para Yang Mulia memberinya pelepasan keduniawian dan penahbisan.
sn41.9:3.4 Aku akan berusaha menyediakan jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.”
sn41.9:3.5 Maka Kassapa yang telanjang itu menerima pelepasan keduniawian dan penahbisan dalam Dhamma dan Vinaya ini.
sn41.9:3.6 Tidak lama setelah penahbisannya, Yang Mulia Kassapa, dengan hidup menyendiri, terasing, tekun, bersemangat, dan bertekad, segera mencapai tujuan tertinggi kehidupan suci yang menjadi alasan utama para putra keluarga dengan benar meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah. Ia hidup setelah merealisasikannya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga.
sn41.9:3.7 Ia memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.”
sn41.9:3.8 Dan Yang Mulia Kassapa menjadi salah satu dari para Arahant.
sn41.9:3.9 Sembilan.