sn4.22:2.1 Kemudian Yang Mulia Samiddhi mendekati Sang Bhagavā; setelah mendekat, ia memberi hormat kepada Sang Bhagavā dan duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, Yang Mulia Samiddhi berkata kepada Sang Bhagavā:
sn4.22:2.2 “Di sini, Bhante, aku berdiam tidak jauh dari Sang Bhagavā, dengan tekun, bersemangat, dan bertekad bulat.
sn4.22:2.3 Kemudian, Bhante, ketika aku sedang dalam keheningan dan kesunyian, muncul dalam pikiranku perenungan ini:
sn4.22:2.4 ‘Sungguh suatu perolehan bagiku, sungguh suatu perolehan yang baik bagiku,
sn4.22:2.5 bahwa aku memiliki seorang guru yang adalah seorang Arahant, seorang Buddha yang tercerahkan sempurna!
sn4.22:2.6 Sungguh suatu perolehan bagiku, sungguh suatu perolehan yang baik bagiku,
sn4.22:2.7 bahwa aku telah meninggalkan keduniawian dalam ajaran dan disiplin yang telah diajarkan dengan baik!
sn4.22:2.8 Sungguh suatu keuntungan bagiku, sungguh suatu perolehan baik bagiku,
sn4.22:2.9 bahwa aku memiliki rekan-rekan suci yang bermoral dan berkarakter baik.'
sn4.22:2.10 Kemudian, Bhante, tidak jauh dariku terdengar suara gemuruh yang sangat menakutkan, seakan-akan bumi ini sedang terbelah.”