sn4.19:2.1 Kemudian Māra si Jahat berpikir:
sn4.19:2.2 “Pertapa Gotama ini sedang memberikan khotbah Dhamma tentang Nibbāna … dan para bhikkhu itu mendengarkan dengan baik.
sn4.19:2.3 Baiklah, aku akan mendatangi Pertapa Gotama untuk mengaburkan penglihatan mereka.”
sn4.19:2.4 Kemudian Māra si Jahat menjelma dalam wujud seorang petani, memikul bajak besar di bahunya, memegang tongkat galah panjang, rambutnya kusut, mengenakan pakaian dari kain rami, dan kakinya berlumuran lumpur. Ia mendekati Sang Bhagavā dan berkata kepada-Nya:
sn4.19:2.5 “Hei, Pertapa, apakah engkau melihat sapi-sapi jantanku?”
sn4.19:2.6 “Tetapi, si Jahat, apa urusanmu dengan sapi-sapi jantan itu?”
sn4.19:2.7 “Hanya milikku, Pertapa, mata ini, milikku bentuk-bentuk, milikku landasan kesadaran kontak mata.
sn4.19:2.8 Ke manakah engkau akan pergi untuk melepaskan diri dariku, Pertapa?
sn4.19:2.9 Hanya milikku, Pertapa, telinga ini, milikku suara-suara …
sn4.19:2.10 Hanya milikku, Pertapa, hidung ini, milikku bau-bauan;
sn4.19:2.11 Hanya milikku, Pertapa, lidah ini, milikku rasa-rasa;
sn4.19:2.12 Hanya milikku, Pertapa, tubuh ini, milikku sentuhan-sentuhan;
sn4.19:2.13 Hanya milikku, Pertapa, pikiran ini, milikku gagasan-gagasan, milikku landasan kesadaran kontak pikiran.
sn4.19:2.14 Ke manakah engkau akan pergi untuk melepaskan diri dariku, Pertapa?”