sn38.9:1.1 “‘Kebodohan, kebodohan,’ kata Yang Mulia Sāriputta, dikatakan.
sn38.9:1.2 Apakah sebenarnya, Yang Mulia, kebodohan itu?”
sn38.9:1.3 “Tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, dan tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan—
sn38.9:1.4 inilah, Yang Mulia, yang disebut kebodohan.”
sn38.9:1.5 “Tetapi, Yang Mulia, adakah jalan dan praktik untuk melepaskan kebodohan itu?”
sn38.9:1.6 “Ada, Yang Mulia, jalan dan praktik untuk melepaskan kebodohan itu.” …
sn38.9:1.7 “Tetapi, Yang Mulia, apakah jalan itu, apakah praktik itu, untuk melepaskan kebodohan itu?”
sn38.9:1.8 “Inilah, Yang Mulia, Jalan Mulia Berunsur Delapan, untuk melepaskan kebodohan itu, yaitu—
sn38.9:1.9 pandangan benar … dan seterusnya … konsentrasi benar.
sn38.9:1.10 Inilah, Yang Mulia, jalan itu, inilah praktik itu, untuk melepaskan kebodohan itu.”
sn38.9:1.11 “Baiklah, Yang Mulia, jalan itu, baiklah praktik itu, untuk melepaskan kebodohan itu.
sn38.9:1.12 Dan ini sudah cukup, Yang Mulia Sāriputta, untuk ketekunan.”
sn38.9:1.13 Kesembilan.