“Ke nu kho, āvuso sāriputta, loke dhammavādino, ke loke suppaṭipannā, ke loke sugatā”ti?
“Sahabat Sāriputta, siapakah di dunia ini yang menjadi pembabar Dhamma? Siapakah di dunia ini yang berlatih dengan baik? Siapakah di dunia ini yang telah pergi dengan baik?”
“Reverend Sāriputta, who in the world have principled speech? Who in the world practice well? Who are the holy ones in the world?”
Mereka yang telah melepaskan nafsu, kebencian, dan delusi—terpotong hingga ke akar, dijadikan seperti tunggul palem, dihilangkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan—merekalah di dunia ini yang telah pergi dengan baik.”
Those who have given up greed, hate, and delusion—so they’re cut off at the root, made like a palm stump, obliterated, and unable to arise in the future—are holy ones in the world.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 38.3 · Khotbah tentang Pembabar Dhamma | Tiga Keranjang