sn38.11:1.1 “Sahabat Sāriputta, dikatakan ‘banjir, banjir’.”
sn38.11:1.2 “Apakah, sahabat, yang disebut banjir itu?”
sn38.11:1.3 “Sahabat, ada empat banjir ini.”
sn38.11:1.4 “Banjir kenikmatan indria, banjir keinginan untuk terlahir kembali, banjir pandangan salah, dan banjir ketidaktahuan.”
sn38.11:1.5 “Inilah, sahabat, keempat banjir itu.”
sn38.11:1.6 “Tetapi, sahabat, adakah jalan dan praktik untuk melepaskan banjir-banjir ini?”
sn38.11:1.7 “Ada, sahabat, jalan dan praktik untuk melepaskan banjir-banjir ini.” …
sn38.11:1.8 “Tetapi, sahabat, apakah jalan itu, apakah praktik itu, untuk melepaskan banjir-banjir ini?”
sn38.11:1.9 “Sahabat, inilah Jalan Mulia Berunsur Delapan untuk melepaskan banjir-banjir ini, yaitu:”
sn38.11:1.10 “pandangan benar … konsentrasi benar.”
sn38.11:1.11 “Inilah, sahabat, jalan itu, inilah praktik itu, untuk melepaskan banjir-banjir ini.”
sn38.11:1.12 “Sungguh baik, sahabat, jalan itu; sungguh baik praktik itu, untuk melepaskan banjir-banjir ini.”
sn38.11:1.13 “Dan ini sudah cukup, sahabat Sāriputta, untuk ketekunan.”
sn38.11:1.14 Kesebelas.