sn36.17:1.1 Kemudian sejumlah bhikkhu mendatangi Sang Bhagavā, menghampiri, memberi hormat kepada Beliau, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, para bhikkhu itu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn36.17:1.2 "Apakah, Bhante, yang disebut perasaan? Apakah asal-mula perasaan? Apakah lenyapnya perasaan? Apakah jalan yang mengarah pada lenyapnya perasaan?
sn36.17:1.3 Dan apakah kepuasan perasaan, apakah bahayanya, dan apakah jalan keluarnya?"
sn36.17:1.4 "Para bhikkhu, ada tiga perasaan ini—
sn36.17:1.5 perasaan menyenangkan, perasaan menyakitkan, dan perasaan tidak menyakitkan maupun tidak menyenangkan—
sn36.17:1.6 inilah, para bhikkhu, yang disebut perasaan.
sn36.17:1.7 Dengan munculnya kontak, muncullah perasaan;
sn36.17:1.8 dengan lenyapnya kontak, lenyaplah perasaan.
sn36.17:1.9 Jalan mulia berunsur delapan inilah yang merupakan jalan menuju lenyapnya perasaan, yaitu:
sn36.17:1.10 pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
sn36.17:1.11 Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dengan bergantung pada perasaan: inilah kepuasan perasaan.
sn36.17:1.12 Bahwa perasaan itu tidak kekal, menderita, dan tunduk pada perubahan: inilah bahaya perasaan.
sn36.17:1.13 Melenyapkan dan meninggalkan keinginan serta nafsu terhadap perasaan: inilah jalan keluar dari perasaan."