sn35.99:1.1 “Para bhikkhu, kembangkanlah konsentrasi.
sn35.99:1.2 Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang terkonsentrasi memahami sebagaimana adanya.
sn35.99:1.3 Dan apakah yang ia pahami sebagaimana adanya?
sn35.99:1.4 Ia memahami sebagaimana adanya bahwa mata adalah tidak kekal;
sn35.99:1.5 ia memahami sebagaimana adanya bahwa bentuk-bentuk adalah tidak kekal;
sn35.99:1.6 ia memahami sebagaimana adanya bahwa kesadaran mata adalah tidak kekal;
sn35.99:1.7 ia memahami sebagaimana adanya bahwa kontak mata adalah tidak kekal.
sn35.99:1.8 Dan perasaan apa pun yang muncul dengan kontak mata sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan menyakitkan maupun menyenangkan—itu juga tidak kekal, demikianlah ia memahaminya sebagaimana adanya. …
sn35.99:1.9 Ia memahami sebagaimana adanya bahwa pikiran adalah tidak kekal.
sn35.99:1.10 Ia memahami sebagaimana adanya bahwa objek-objek pikiran adalah tidak kekal.
sn35.99:1.11 Ia memahami sebagaimana adanya bahwa kesadaran pikiran adalah tidak kekal.
sn35.99:1.12 Ia memahami sebagaimana adanya bahwa kontak pikiran adalah tidak kekal.
sn35.99:1.13 Dan perasaan apa pun yang muncul dengan kontak pikiran sebagai kondisi—apakah menyenangkan, menyakitkan, atau bukan menyakitkan maupun menyenangkan—itu juga tidak kekal, demikianlah ia memahaminya sebagaimana adanya.
sn35.99:1.14 Para bhikkhu, kembangkanlah konsentrasi.
sn35.99:1.15 Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang terkonsentrasi memahami sebagaimana adanya.”
sn35.99:1.16 Ke enam.