sn35.98:2.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang mampu mengendalikan diri?
sn35.98:2.2 Ada, para bhikkhu, bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata, yang disukai, diinginkan, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.
sn35.98:2.3 Jika seorang bhikkhu tidak menyetujui, tidak menyambut, dan tidak terus melekat padanya, maka hendaknya ia memahami:
sn35.98:2.4 ‘Aku tidak sedang mengalami kemunduran dalam kualitas-kualitas bermanfaat.
sn35.98:2.5 Karena inilah yang disebut oleh Bhagavā sebagai ketidak-munduran.’
sn35.98:2.6 Ada, para bhikkhu, rasa-rasa yang dikenali oleh lidah … ada suara-suara … bau-bauan … rasa-rasa … sentuhan-sentuhan …
sn35.98:2.7 Ada, para bhikkhu, objek-objek pikiran yang dikenali oleh pikiran, yang disukai, diinginkan, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.
sn35.98:2.8 Jika seorang bhikkhu tidak menyetujui, tidak menyambut, dan tidak melekat padanya, maka bhikkhu itu harus memahami:
sn35.98:2.9 ‘Kualitas-kualitas baikku tidak mundur.
sn35.98:2.10 Karena inilah yang disebut oleh Bhagavā sebagai ketidak-munduran.’
sn35.98:2.11 Demikianlah, para bhikkhu, terdapat pengekangan.”
sn35.98:2.12 Yang kelima.