sn35.87:13.1 Kemudian Yang Mulia Sāriputta mendatangi Bhagavā, memberi hormat kepada Bhagavā, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Bhagavā:
sn35.87:13.2 "Yang Mulia, Yang Mulia Channa telah menggunakan pisau.
sn35.87:13.3 Apakah alam tujuannya? Bagaimana kelanjutan kehidupannya?"
sn35.87:13.4 "Sāriputta, bukankah bhikkhu Channa telah menyatakan ketidakbercelaannya secara langsung kepadamu?"
sn35.87:13.5 "Ada, Yang Mulia, sebuah desa Vajji bernama Pubbajira.
sn35.87:13.6 Di sana Yang Mulia Channa memiliki keluarga-keluarga yang bersahabat, akrab, dan ramah."
sn35.87:13.7 "Memang, Sāriputta, bhikkhu Channa memiliki keluarga-keluarga yang bersahabat, akrab, dan ramah.
sn35.87:13.8 Tetapi, Sāriputta, aku tidak mengatakan seseorang 'bercela' hanya karena hal itu.
sn35.87:13.9 Sāriputta, seseorang yang meninggalkan tubuh ini dan mengambil tubuh lain, ia ku sebut 'bercela'.
sn35.87:13.10 Tetapi bhikkhu Channa tidak melakukan hal itu.
sn35.87:13.11 'Bhikkhu Channa menggunakan pisau tanpa cela'—
sn35.87:13.12 demikianlah, Sāriputta, engkau harus mengingatnya."
sn35.87:13.13 Keempat.