“Phagguna, jika seseorang hendak menggambarkan para Buddha masa lampau yang telah mencapai parinibbāna, yang telah memotong segala proliferasi, memotong jalan, mengakhiri siklus, dan melampaui segala penderitaan—tidak ada mata yang dengannya mereka dapat digambarkan.
“Phagguna, suppose someone were to describe the Buddhas of the past who have become fully quenched, cut off proliferation, cut off the course, finished off the cycle, and passed beyond all suffering. The eye does not exist by which they could be described.
natthi kho so, phagguna, mano, yena manena atīte buddhe parinibbute chinnapapañce chinnavaṭume pariyādinnavaṭṭe sabbadukkhavītivaṭṭe paññāpayamāno paññāpeyyā”ti.
Tidak ada, Phagguna, pikiran yang dengannya seseorang dapat menggambarkan para Buddha masa lampau yang telah mencapai parinibbāna, yang telah memotong segala proliferasi, memotong jalan, mengakhiri siklus, dan melampaui segala penderitaan.”
The mind does not exist by which they could be described.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.