sn35.8:1.1 “Para bhikkhu, mata masa lampau dan masa depan adalah penderitaan;
sn35.8:1.2 apalagi mata masa sekarang.
sn35.8:1.3 Melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar tidak peduli pada mata masa lampau,
sn35.8:1.4 tidak mengharapkan kenikmatan pada mata masa depan,
sn35.8:1.5 dan berlatih untuk kejijikan, kebosanan, dan lenyapnya mata masa sekarang. …”
sn35.8:1.6 Telinga adalah penderitaan …
sn35.8:1.7 Hidung adalah penderitaan …
sn35.8:1.8 Lidah adalah penderitaan pada masa lampau dan masa depan;
sn35.8:1.9 apalagi lidah masa sekarang.
sn35.8:1.10 Melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar tidak peduli pada lidah masa lampau,
sn35.8:1.11 tidak mengharapkan kenikmatan pada lidah masa depan,
sn35.8:1.12 dan berlatih untuk kejijikan, kebosanan, dan lenyapnya lidah masa sekarang.
sn35.8:1.13 Tubuh adalah penderitaan …
sn35.8:1.14 Pikiran adalah penderitaan pada masa lampau dan masa depan;
sn35.8:1.15 apalagi pikiran masa sekarang.
sn35.8:1.16 Melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar tidak peduli pada pikiran masa lampau,
sn35.8:1.17 tidak mengharapkan kenikmatan pada pikiran masa depan,
sn35.8:1.18 Ia berlatih untuk kejijikan, peluruhan, dan lenyapnya pikiran masa kini.”
sn35.8:1.19 Yang kedelapan.