“Melihat demikian, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi jijik terhadap mata, jijik terhadap telinga, jijik terhadap hidung, jijik terhadap lidah, jijik terhadap badan, dan jijik terhadap pikiran.
“Seeing this, a learned noble disciple grows disillusioned with the eye, ear, nose, tongue, body, and mind.
Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”
They understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.73 · Khotbah tentang Enam Landasan Kontak (Ke-3) | Tiga Keranjang