sn35.69:3.1 “Itu pasti karena Yang Mulia Upasena telah lama sepenuhnya mencabut kecenderungan tersembunyi akan anggapan-aku, anggapan-milikku, dan keangkuhan.
BAGIAN 3
sn35.69:3.2 Itulah sebabnya tidak terpikir olehmu:
sn35.69:3.3 ‘Aku adalah mata’ atau ‘mata adalah milikku’ …
sn35.69:3.4 ‘Aku adalah lidah’ atau ‘lidah adalah milikku’ …
sn35.69:3.5 atau ‘Aku adalah pikiran’ atau ‘pikiran adalah milikku’.”
sn35.69:3.6 Kemudian para bhikkhu itu mengangkat tubuh Yang Mulia Upasena ke atas tandu dan membawanya keluar.
sn35.69:3.7 Dan tubuh Yang Mulia Upasena hancur berantakan di tempat itu juga,
sn35.69:3.8 bagaikan segenggam jerami.
sn35.69:3.9 Sutta ketujuh.