sn35.69:2.1 Ketika hal ini dikatakan, Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Upasena:
sn35.69:2.2 “Tetapi kami tidak melihat adanya perubahan pada tubuh Yang Mulia Upasena atau kemunduran pada indria-indria beliau.
sn35.69:2.3 Namun Yang Mulia Upasena berkata:
sn35.69:2.4 ‘Mari, para sahabat, angkat tubuh ini ke atas tandu dan bawa keluar.
sn35.69:2.5 Sebelum tubuh ini hancur berantakan di sini
sn35.69:2.6 seperti segenggam jerami.’”
sn35.69:2.7 “Sahabat Sāriputta, bagi seseorang yang berpikir:
sn35.69:2.8 ‘Aku adalah mata’ atau ‘mata adalah milikku’ …
sn35.69:2.9 ‘Aku adalah lidah’ atau ‘lidah adalah milikku’ …
sn35.69:2.10 ‘Aku adalah pikiran’ atau ‘pikiran adalah milikku’—
sn35.69:2.11 baginya, sahabat Sāriputta, mungkin ada perubahan pada tubuh atau kemunduran pada indria-indria.
sn35.69:2.12 Tetapi aku, sahabat Sāriputta, tidak berpikir demikian:
sn35.69:2.13 ‘Aku adalah mata’ atau ‘mata adalah milikku’ …
sn35.69:2.14 ‘Aku adalah lidah’ atau ‘lidah adalah milikku’ …
sn35.69:2.15 ‘Aku adalah pikiran’ atau ‘pikiran adalah milikku’.
sn35.69:2.16 Maka, sahabat Sāriputta, apakah yang akan menjadi kemunduran pada tubuh atau kerusakan pada indria-indriaku?”