sn35.245:9.1 Aku telah membuat perumpamaan ini, para bhikkhu, untuk menjelaskan maknanya.
sn35.245:9.2 Dan inilah maknanya:
sn35.245:9.3 ‘Kota,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi tubuh yang terdiri dari empat unsur utama ini, yang berasal dari ibu dan ayah, yang dibangun dari nasi dan bubur, yang tunduk pada ketidak-kekalan, pada penggosokan dan pengikisan, pada kehancuran dan kebinasaan.
sn35.245:9.4 ‘Enam pintu,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi enam landasan indera internal.
sn35.245:9.5 ‘Penjaga pintu,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi perhatian (sati).
sn35.245:9.6 ‘Sepasang utusan yang cepat’ adalah sebutan untuk ketenangan dan pandangan terang.
sn35.245:9.7 ‘Penguasa kota,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi kesadaran (viññāṇa).
sn35.245:9.8 ‘Persimpangan di tengah,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi empat unsur utama—
sn35.245:9.9 unsur tanah, unsur air, unsur api, dan unsur angin.
sn35.245:9.10 ‘Pesan yang sebenarnya,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi Nibbāna.
sn35.245:9.11 ‘Jalan yang sama seperti kedatangan mereka,’ para bhikkhu, adalah sebutan bagi Jalan Mulia Berunsur Delapan, yaitu:
sn35.245:9.12 pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.”
sn35.245:9.13 Yang kedelapan.