Para bhikkhu, bagaikan sungai Gangga yang condong, miring, dan cenderung ke arah timur. Kemudian sekelompok besar orang datang membawa cangkul dan keranjang, berpikir: ‘Kami akan membuat sungai Gangga ini condong, miring, dan cenderung ke arah barat!’
Suppose that, although the Ganges River slants, slopes, and inclines to the east, a large crowd were to come along with a spade and basket, saying: ‘We’ll make this Ganges Riiver slant, slope, and incline to the west!’
“Demikian pula, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu yang berperilaku demikian dan berdiam demikian itu, oleh raja-raja atau menteri-menteri kerajaan, sahabat-sahabat atau kolega-kolega, kerabat-kerabat atau sanak keluarga, diundang untuk menerima kekayaan, dengan berkata:
“In the same way, while that mendicant conducts themselves in this way and lives in this way, it may be that rulers or their chief ministers, friends or colleagues, relatives or family should invite them to accept wealth, saying,
Maka, para bhikkhu, adalah tidak mungkin bahwa seorang bhikkhu yang berperilaku demikian dan berdiam demikian itu akan melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.
But it is quite impossible for a mendicant who conducts themselves in this way and lives in this way to resign the training and return to a lesser life.
Karena, para bhikkhu, pikiran yang sejak lama telah condong, miring, dan cenderung pada keterasingan—maka adalah tidak mungkin ia akan kembali ke kehidupan rendah.”
Because for a long time that mendicant’s mind has slanted, sloped, and inclined to seclusion. So it’s impossible for them to return to a lesser life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 35.244 · Khotbah tentang Hal-Hal yang Mengandung Penderitaan | Tiga Keranjang